Apakah Dia??

Baru tau lah kalau se-onggok benda putih ini termaksud klasifikasi hewan, filum antropoda lebih tepatnya termaksud salah satu jenis hama. Aku kira dulu itu kumpulan dari banyak telur telur semut yang di balut sama benang benang tipis. (/_-)
*naon sih si Chitra*

Ternyata nama nya Pseudococcus, sp,(Ilmiah name), atau sering dikenal dengan Kutu Putih (Indonesia)

sebenernya semut sama Pseudococcus itu satu filum. sama sama filum antropoda. *cuma bentuknya yang satu, gak meyakinkan kalau dia hewan.* *mengacu pada: Pseudococcus*  -___-
Selain Mereka itu satu filum, ternyata mereka saling bekerja sama loh, saling bersimbiosis mutalisme. saling menguntungkan. gimana cara menguntungkannya?? baca terus ya

Pseudococcus ini merupakan hama polifag yang sering ditemukan pada banyak tanaman seperti : nenas, kopi, pisang, talas, tebu, bunga tasbih, jeruk, tomat, tebu, padi, palem, kopi, kakao, kedelai, kacang tanah, kapas dan pandan. Untuk Kasus aku sih, ini binatang banyak banget nyaplok, hinggep, nempel di batang bunga mawar.
Sudah Aku bersihin eehhh 3 minggu kemudian harus di periksa, dan di buang lagi,

ini dia pictnya:

Pseudococcus dendrobium

Pseudococcus sering ditemukan pada bagian akar, tunas, batang, dan bawah daun.  Untuk kasus aku sih, ni hewan sering nyaplok di batang dan bawah daun bunga mawar. nanti deh kapan kapan aku coba take pict-nya dan share lagi masalah ini. *kalau si Pseudococcusnya balik ya* 🙂 Tubuh Pseudococcus Putih gitu karna ada lapisan lilin yang ngelindungi tubuhnya. teruss,,,
Nih disini ni dia letak simbiosis mutualismenya. Pseodococcus ini menghisap cairan manis dari kelopak bunga, tunas atau buah muda, dan pada saat itulah si semut semut itu datang menghampiri si Pseudococcus, untuk ikut serta mendapatkan cairan manis dari tanaman tersebut. Nahh itu keuntungan buat si semut, *dapet jatah makan gratis*, terus untuk si Pseudococcus sendiri.  Karna semut semut tersebut akan melindungi dirinya =D
Populasinya meningkat pas hari lagi cerah dan matahari lagi terik – teriknya. *Banyak lah tu di bawah daun mawar kalau gitu*
Aku suka yang gede. terus ku pecahin deh. teruss keluar cairan kuning gitu dari pecahannya, terkadang jingga menuju merah. gak tau dah itu apa. telurnya, atau darahnya kali ya :3
Tauk ahh, hahahah 🙂
Habis kalau gak dibasmi bisa merusak tanaman.
Cara mengatasinya….
Ya, selama ini sih aku mengatasinya dengan cara:
Sering, Lakukan pemangkasan pada tanaman baik yang masih steril maupun yang dihinggapi Pseudococcus. itu wajib.
Terus, memberi tanamanku pupuk anti semut. *ada jual di toko bunga*
dan 3 minggu sekali di semprot dengan insektisida. sesuai dosis dan takaran.
biasanya ya, aku satu sendok teh insektisica *sendok yang paling kecil*, dicampur kan kedalam air sebanyak 1Liter. allhamdulillah ya, udah mulai jarang nongol tuh hama putih
🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s