Bawang Oh Bawang, *Tulisan Dari Rakyat Kecil*

Berapa pekan ini di Indonesia lagi di usik masalah melonjaknya harga bawang di pasaran.  Yang tadinya cuma 15rebu sekilonya, dalam waktu seminggu doank tiba tiba menjadi 100 ribu. *Whaattt in the….* Are you kidding meee??? 100 rebuu hanya untuk bawang sekilo??? jadi satu ons 10 rebu. Hajabb makkeeeeee…..,

bawang2

Oke, keralah orang orang berduit, dan pejabat, cuma ngeluh sesaat, tapi masih mampu beli tuh bawang – bawangan. Tapi gimana kalau orang yang gak mampu????? orang orang yang berpenghasilan di bawah UMR??? Orang orang yang kerjanya tidak tetap?? Contohnya abang-abang tukang sampah di daerah rumahku, sebulan sekali gajinya cuma 10 rebu. Kera lah satu komplek rumah itu ada 20 orang, gajinya cuma 200 rebu. Belum potong sana potong sininya??? Belum biaya hidup keluarganya, belum biaya sekolah anaknya. Masa iya sih cuma untuk satu jenis rempah rempah aja dia ngeluarin 10 rebu????? Sedangkan untuk beli beras aja mereka gak sanggup, apalagi untuk beli pelengkap dapurnya.  Dan bahkan mereka mengumpulkan kerak – kerak nasi *nasi yang sudah kering* sebagai pengganti nasi buat mereka makan . Atau ada juga yang  mengumpulkan nasi-nasi sisa yang di buang orang di tong sampah.

rakyat miskin rakyat miskin2  rakyat miskin4

Emang kita lagi dijajah lagi apa?????  Sampai – sampai buat makan masyarakat sendiri gak bisa?
Bisa bisanya semelijeit itu naiknya.

“Dear pemerintah, Lihat  kami. Masyarakat di bawah. Bukannya kami yang telah memilih mu, dengan harapan engkau bisa lebih melihat kami yang dibawah, seperti janjimu dulu? Tapi dimanakah engkau saat sudah berada di tahta pemerintahanmu. Tak pernah engkau memikirkan nasib – nasib kami. Kami seakan akan tumpukan debu dan pasir di jalanan, yang mengotori pandangan indah kotamu, Ya… Seakan akan kami ini  gak ada, hanya seonggok debu.  Dear pemerintahku, Berikanlah  kami  hak – hak yang layak kami terima. Bukankah Kami, calon generasi muda negara ini? Putra dan Putri penerus bangsa? Tapi kenapa aku seperti bukan tergolong dalam putera dan putri calon penerus di negara ini? Hanya karna aku miskin, kotor dan dekil, aku gak bisa menadatkan kehidupan dan pendidikan yang layak. Jangankan untuk pendidikan, bahkan untuk kehidupan kami pun belum sepenuhnya terpenuhi untuk perut kami. Hanya sesuap nasi, bukan sesuap Berlian yang kami inginkan. ” 😦

Kalau kita telaah lagi.
Aneh deh liatnya, Bukannya di negara kita tercinta ini tanahnya subur subur ya???? luas – luas lagi. Kenapa sih gak di olah sama putra putri bangsa sendiri??? Kenapa mesti Harus Import Barang barang seperti, rempah rempah. Dan bukannya dulu tuh bangasa asing, ngejajah Indonesia karna hasil alamnya yang banyak ya????? tapi sekarang kok malah negara kita menjadi negara komsumsi import barang???? Seakan – akan negara kita gak bisa memproduksi rempah rempah lagi.

ekspor

Seharusnya kita, warga negara Indonesia berkaca diri dari kemajuan negara Jepang dan Belanda dalam dunia pertanian.
Kita lihat Belanda  dan Jepang,
Wilayah Belanda luasnya hanya 41.526 km², dan negara Belanda itu seperempat negaranya berada 4,5 meter dibawah permukaan laut. Tapi kenapa mereka bisa maju di bidang pertanian? Bahkan menjadi negara pengeksport ke-3 utuk produk produk pertanian ke seluruh dunia??
Dan sekarang kita lihat Negara Jepang. Luas wilayah negara Jepang hanya 377.835 km². dan 2 kota besar mereka, yakni nagasaki dan hirosima, pernah kena ledakan bom atom, dan sampai sekarang tanah dari 2 kota besar tersebut tidak bisa dipakai untuk pertanian, bahkan untuk menanam bunga sekalipun. Dikarenakan tanahnya mengandung unsur unsur kimia, hasil ledakan bom atom. nah loo tapi pertanian dari negara Jepang juga bagus. Bahkan kita, warga Indonesia sendiri, meng import buah appel fuji dari sana.

Nah looo  coba kita bandingkan sama Indonesia. Luas negara Indonesia 1.990.250,  lebih luas Indonesia kan dibandingkan negara Belanda dan Jepang???
Tapi kenapa negara Indonesia gak bisa menjadi salah satu negara peng-eksport produk pertanian?????
Dan bukannya tiap setahun sekali, beberapa universitas negeri dan swasta di Indonesia telah meluluskan beratus – ratus mahasiswa – mahasiswa jurusan pertanian?? Seharusnya kitalah putra putri bangsa, Mahasiswa pertanian, maupun non pertanian, yang mengolah bumi tercinta ini. Bukannya orang asing, ataupun menjadi salah satu negara Konsumtif Import barang.

Dan Buat  kita sendiri sebenernya bisa menanam bawang di kebun rumah sendiri loh. Bila ada yang bilang, wahh rumah ku gak punya halaman, jadi ga bisa nanam. Aaaaaa Omong kosong, siapa bilang berkebun itu hanya untuk rumah yang punya halaman luas? Kita bisa nanam lewat pot dan pollyback kok. Nanam rempah rempah seperti cabai, tomat, bawang, Palinggak Untuk konsumsi kita sendiri?

bawang4 cabai 2

Dan yang pastinya bakalan mengikat pinggang konsumtif import barang rempah rempah dari negara tetangga. Ayo donk Indonesia, berpikir maju. Jangan mau jadi negara konsumtif bagi negara Eksportif. Sekali – kali kita donk yang buat gebrakan. Menjadi negara Eksport untuk pertanian ke seluruh dunia. Kalau negara Indonesia jadi negara Eksportir, kan bakalan banyak membuka peluang kerja untuk putra dan putri Indonesia juga nantinya.

Advertisements

22 thoughts on “Bawang Oh Bawang, *Tulisan Dari Rakyat Kecil*

    • hahaha bener bener tuh, Kebanyakan pengecohan publik. Masalah yang satu belum kelar, muncul masalah yang lain. habis tu kedua masalah itu hilang secara perlahan dari isu hangat masyarakat tanpa proses yang jelas. 😀

  1. Indonesia…Indonesia….

    Teteh nanem Tomat, cabe macam2 dr cabe rawit biasa, habanero, jalapenos, sama embuh ngga tau namanya lagi, ada timun jg, liat khan di fb teteh? 🙂

  2. inilah ironisnmya di Indonesia..negeri subur cm banyak impor..
    harga hasil tani setinggi langit namun petani gak kaya kaya,yg kaya malah calo dan pembeli pertama…
    hareee gini masakan apa yg gak pake bumbu bawang? hehee

  3. Air mata bawang petani bawang, saat harga melambung kran impor dibuka wusss barang membanjir, dan gairah menanampun surut. Terima kasih Chitra berbagi empati bawang. Salam

    • makasih mba :D, air mata petani, air mata rakyat Indonesia juga.
      Petani di Negeri kita hanya dipandang sebelah mata, sebenarnya tanpa mereka kebutuhan pokok kita bakalan gak tercukupi juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s