Want to be a Doctor, With Learn Artificial Intelligence

d

Yapp, kalau pas masih kecil kita ditanya seputar cita – cita pasti kita langsung menjawab ” Pengen Jadi Dokterrrr!!!!”. Dengan alasan seperti yang chila bilang “Pengen cembuh – cembuhin temen chila yang sakit”. Yaaa, jawaban polos lugu dan gak tau apa apa kita. Yang kita tau itu, dokter itu pasti pinter, keren karena pake jas putih, cool, dengan sebuah alat stetoskopnya yg selalu dengan setia nyantol di leher. Ihhh keren banget deh.

Tapi setelah kita dewasa, cita – cita kita kian lama kian berubah, yang cewek rada berubah dikit, atau malah masih tetap. kalau yg cowok, pasti banyak yang berubah. Kalau yang cowok berubah haluan, pengen jadi Polisi, Agkatan, Pilot, Programmer, Pengen jadi arsitektur, Pengen jadi teknisi. Politikus. wahh, berubah haluan dehhh.

Tapi tetep aja, dari dulu sampe sekarang cita – citaku itu ga pernah berubah. “Pengen jadi dokter.”
Hahahahah, ya tapi gak mungkin lagi sekarang aku jadi dokter. Udah tua bangettt. πŸ˜€ hahahah lagian udah Kentang banget niinggalin dunia TI ini. Palinggak mungkin ntar aku coba kolaborasikan kecerdasan IT ke dunia kedokteran Indonesia aja melalui pelajaran kecerdasan buatannya. mueheheheh :3
*NB: Pelajaran kecerdasan buatan, satu satunya pelajaran yang paling sangat – sangat aku nikmati di dunia IT. Apa lagi denger penjelasan dosen – dosenku yg tamatan Amerika. Ngencessss dah. Pengen memperdalam pelajaran itu.*

Yap Kecerdasan buatan. Apa sih itu pelajaran kecerdasan buatan dalam TI??
Didalam dunia IT, kecerdasan buatan itu sebuah cabang ilmu komputer, dimana dalam pembelajarannya mengupayakan komputer berprilaku cerdas dan dapat menyelesaikan semua persoalan – persoalan biasanya dilakukan oleh manusia. Ya secara awamnya ya, tuh komputer di rancang supaya bisa memiliki pola pikir yang menyerupai seperti pola pikir manusia. Si komputer di rancang supaya bisa gerak gerak sendiri, nghitung sendiri, yaaa semacam robot lah ya kalau dibilang.

Robot adalah salah satu bukti nyata kecerdasan buatan. Sebenernya sih ya, semua alat elektronik yang bisa nghitung sendiri, yang bisa memeper mudah bisa di golongkan sebagai teknologi yang menerapkan kecerdasan buatan. Tapi penerapan kecerdasan buatan yang di terapkan mungkin,, belum di terapkan secara optimal.

kcb

Nah, kenapa aku bilang aku pengen jadi dokter, tetapi melalui penerapan kecerdasan buatan??? Karena??? Sadar gak sih, alat alat kedokteran modren sekarang itu super duper canggihhhh. Canggih banget kan, Xray kepala itu tuh. Coba gimana caranya sebuah alat elektronik bisa ngebaca dan ngegambarkan kondisi kepala kita. Terus alat Β untuk ngecek kehamilan ,alat USG itu juga termaksud dalam kecerdasan buatan. Terus kalau penerapan sederhananya ya bisa di bilang edu-game itu termaksud dalam pengaplikasian ilmu kecerdasan buatan.

Sebenernya, kecerdasan buatan itu di buat dengan tujuan untuk mempertahankan sebuah ilmu pasti dari kecerdasan alami. Dimana kecerdasan alami ini sendiri adalah, kecerdasan yang dimiliki oleh manusia berdasarkan hasil pembelajarannya, dan kemampuan pola pikir, kreatifitas, serta kecerdasan otak. Kecerdasan alami itu bersifat sementara, kenapa sementara?? Nah misalnya ada seorang profesor, yaaa kita ibaratkan Albert Einstein, atau Sir Issac Newton. Β Mereka berdua tuh kan pinter – pinter kan, tapi ilmu mereka kalau ga di teruskan, atau di catat, pasti akan hilang seiring waktu. Dimana nantinya mereka bakalan tua, dan mungkin akan memiliki penurunan daya ingat, atau mungkin sudah tutup usia. Nah maka dari itu lah di terapkan kecerdasan buatan, agar ilmu – ilmu itu tidak lenyap, bahkan mungkin ilmunya bisa berkembang.

Dan,, kalau di bahas lebih lanjut pembahasan kecerdasan buatan ini bener – bener menarik loh. Pelajaran itu, pelajaran teknologi IT yang ada unsur – unsur biologinya. Aku paling inget kata dosen KCB (read: kecerdasan buatan) pas pelajaran itu di kampus. Pernahkah kalian bayangkan, aliran sistem syaraf ini bisa kita terapkan secara bersama ke dalam sebuah model robot? Sebenernya sih kalau di luar negeri seperti Amerika atau negara – negara Eropa, Β yang memiliki kemajuan teknologi yang tinggi, sudah dari dulu di terapkan. Ya, dulu pas aku masih duduk di kursi SMP, aku pernah lihat acara Oprah Winfrey, nah tu, disitu ada orang yang ga memiliki tangan, atau cedera tangan atau kaki, sehingga harus kehilangan kaki atau tangannya, Nah, tapi dengan kemajuan teknologi itu, mereka memasan tangan palsu yang terbuat dari apa gitu (*lupa*), terus di sambungkan ke syaraf tulang belakang. Jadi tuh tangan buatan bisa singkron gerakannya seperti yang mereka pikirkan. Jadi misalnya mereka pengen gerakin tangan buatan ke kiri ke kanannya udah bisa. πŸ˜€ cakep bener kannn, Pas aku SMP aja mereka udah ngembangin teknologi segitu canggihnya.

Kalau di pikir pikir jadi anak IT itu keren ya.
Apa lagi kalau bisa buat kayak gituan tadi. Aaaaa i love Artifical Intelligence deh.
Tapi kalau di pikir pikir lagi ilmu kecerdasan buatan itu sedikit mengerihkan.
Mengerihkan gimana???? Nahhh coba di pikir, kalau semua kegiatan manusia, di buat alat bantunya, yaaa misalnya sekarang lah ya. kan ada robot yg bisa ini bisa itu, yang secaranya bisa di lakukan manusia secara gampang. Otomatis kita, Manusia bakalan sedikit gerak, apa apa tinggal pencet sana pencet sini. Obesitas bakalan ada di mana mana…….!!!! :O Selain itu coba bayangkan, kalau semua kantor pakai penerapan kecerdasan buatan. Pabrik lah contohnya, Β yang tadinya pekerjaan buat ini itu di lakukan pekerja, sekarang di ganti sama mesin. Jadi kalau semua posisi pekerja di ganti sama mesin berkemampuan kecerdasan buatan,, Mau di mana lagi kita kerja??? Setiap tahunnya universitas negri maupun swasta meluluskan banyak mahasiswanya. Sedangkan lapangan kerja dikit. Bisa jadi nanti yang otomatis punya kerjaan ya cuma programmer komputer yang ngerancang tu robot – robot. Β Atau jangan jangan kalau tu robot – robot yang udah punya ilmu akibat penerapan kecerdasan buatan, bisa bisa mereka memperbanyak sejenis mereka sendiri. :O
Bisa jadi, film “I am robbot” jadi kenyataan deh
aaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Tapi ya mau gimana lagi, perkembangan IT semakin lama semakin pesat. Kalau mau maju dan sukses ya masuk ke dunia IT. Karena bisa dipastikan dunia IT masih berjaya di pasar dunia untuk beberapa tahun kedepan πŸ˜€
Tapi harap ingat, bagi orang – orang yang tertarik sama robotika dan kecerdasan buatan (aku termaksud dalam orang yg pengen mempelajari kecerdasan buatan lebih dalam πŸ˜€ ) Jangan terlalu banyak ngasi fungsi logika matematik yang macem – macem ke robotnya ya. tar jadi eror, eror disini bisa eror baik dan eror buruk. Jadi perhitungkan kedepan buat dunia Kecerdasan buatan. πŸ˜€

Advertisements

3 thoughts on “Want to be a Doctor, With Learn Artificial Intelligence

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s