Bait Rindu Untuk Ayah

Medan, 2 Februari 2011.
Hari dimana semua kehidupanku berubah,
Hari dimana ku merasa seluruh duniaku melebur,
Hari dimana semua  mimpi – mimpi ku selama ini, hanya terlihat sebagai bayangan.
Semu, dan perlahan – lahan merayap menjauh dariku.

Tanpa terasa, 4 tahun sudah engkau pergi dari hidupku, hidup kami keluarga kecilmu.
4 tahun sudah ku lewatkan hari – hariku tanpa dirimu di sampingku.
Menjalani hari demi hari, sendiri dalam dekapan rindu yang tak kunjung terbendung.

Perbedaan tampak jelas di dunia, tanpa adanya engkau ayah.
Dulu, dunia masih terasa mudah ku lalui saat engkau masih disini.
Hanya dengan  lengkung senyum yang selalu engkau torehkan,
seolah menjadi pemulas roda roda kehidupan.
Membuatku seolah meluncur tak terkendali, melintasi semua rintangan yang ada.

Ku ga mengerti ayah,
Dunia terasa sangat getir dan keras untuk dijalani,
Namun, bagaimana bisa engkau menjalani kehidupan ini???
Bahkan engkau bisa menorehkan senyumu kepadanya.
Seolah – olah, dunia tidak pernah menyakitimu.

Ayah, tahu kah engkau aku merindukanmu?
tahu kah engkau, aku menangis untuk merindukanmu??

Ayah,
4 tahun sudah ku tak mendengar suaramu.
membuatku samar untuk mengingatnya.
Seandainya aku tahu, kejadian yang mungkin terjadi 4 tahun silam.
Mungkin aku akan merekam percakapan percakapan kita.
Cerita lucu, Permainan teka teki yang selalu kita mainkan. Tawa canda
Bahkan, aku akan merekam suara marah mu kepadaku.
Sehingga aku dapat memutar kembali rekaman itu disaat aku merindukanmu

Ayah, apakah kau lihat langit cerah pagi ini???
dengan desau semilir angin yang mengikutinya.
Bukankah cuaca hari ini sangat bagus.
Aku yakin cuaca hari ini sangat bagus,
Namun, cerahnya pagi belum tentu bisa menghapus getir dan kerasnya dunia.

Ayah, aku melihat ada pesawat melintasi langit yang cerah pagi ini,
Apakah engkau melihatnya juga?
Apakah engkau tahu apa yang selalu ku bayangkan dan kuharapkan saat melihat pesawat itu??
Ku berharap, engkau ada di dalamnya.
Tersenyum bahagia,,,
Karna ku tahu, engkau sangat mencintainya. dan menjadikannya bagian dari hidupmu, dan bagian hidupku yang takkan pernah ku lupakan.

Ayah, apakah engkau pernah menerbangkan pesawat itu???
Bagaimana sebuah benda yang terbuat dari besi, yang memiliki berat ratusan ton itu dapat melayang melintasi awan???
Aku tahu, pasti engkau akan mengatakan fakta – fakta ilmiah yang menjabarkan jawaban dari pertanyaanku.
Ayah,, mungkin aku tak bisa menerbangkan pesawat – pesawat itu,
Namun aku yakin bisa menerbangkan semua mimpi – mimpiku hingga mencapai tujuannya.
Membuatmu bangga, dan menepati janji – janji ku kepadamu..

Ayah, seandainya aku bisa memelukmu,
Kuingin memelukmu, dan mengatakan kalau ku sangat sayang dan merindukanmu.
merindukan suaramu, merindukan sosokmu
Dan ku ingin menyampaikan, semua baik – baik saja Ayah.
Kejamnya dunia tidak akan menjatuhkan semangatku untuk menaklukan mimpiku.

Dari anakmu Cimoni ( Nama panggilan dari ayah 😉 )
A.k Dhantie

Advertisements

10 thoughts on “Bait Rindu Untuk Ayah

  1. Justru kalimat ini yang membuatku kuat,”Ayah,, mungkin aku tak bisa menerbangkan pesawat – pesawat itu, Namun aku yakin bisa menerbangkan semua mimpi – mimpiku hingga mencapai tujuannya.”

    Moga Tuhan menempatkan sang ayah yang layak di sisi-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s