Menjadi Penulis?

nulis
Membaca,,, merupakan hobby lainku selain berkebun. Karna hobby membaca, aku jadi terobsesi sama buku buku bagus, dengan sinopsis – sinopsis yang kece. Pokoknya jangan deh ngajak aku ke Gramedia. Soalnya aku bakalan ga bisa tanpa pulang beli buku sebijik pun kalau kesana. Gak bisa. Harus ada satu buku, Pernah sekali, kesana hanya bawa uang pas – pasan, dan rasanyaaaa galau gilaaaa. menimbang, memilih, membaca ulang sinopsisnnya, membandingkan buku yang sama sama pengen di beli. Galau deh. Namun, terkadang susah juga cari buku kece.
Ada yang cuma kece di sinopsis, dan  gembar gembor rumor yang beredar dari fans fanatik penulisnya. Eeeee taunya pas di beli garing gila. -_- (Dan sekarang aku ga tau buku garing itu ntah dimana).

Karna hobby beli buku itulah mamake, jarang banget mau nemeni ke gramed. Karna takut aku kecengin. Soalnya kalau sama mama bisa ngecek 2 buku, atau palinggak 1 buku di bayarin 😛 xixixixixi. Tapi aku gak hilang akal donk ya untuk memuaskan hobby baca buku. Gak bisa ke Gramed, ya ngacak – acak toko buku online donk yaaa. 😀 Hahahahahah. Pernah sekali aku borong buku di toko buku online itu same 6 buku, dengan totalll, ya bisa dibilang totalnya beti sih sama beli langsung, cuma untung 10 ribuan. Cuma enaknya toko buku online ini, buku buku yang ga kita temuin di gramed (Udah habis dan ga tau kapan nongol lagi) ada dijual disana.  Jadi pas kemaren ntah pembalian yang  keberapa kali di toko buku OL itu, pas paket 6 buku nyampe. Aku terkejut donk yaaa, paketnya lumayan besar untuk seukuran pack buku, dan berat. Pas di bongkar, dan ngecek apa bukunya cocok dan lengkap, Eeee ternyata ada 2 buku tak diundang ikut masuk.  Awalnya sih ku pikir tu admin salah kirim paket, setelah ku cek lagi struk pembelian yang dia sisipkan, cocok. Daaannnn berarti itu bonus donk ya. #Yeayyyyy 2 bonus buku. Rasanya lucky banget, lumayan kan hemat. xixixixi

Tapi gegara yang hobby belanja buku sampe ratusan ribu itu, mamake rada marah. Mamake bilang, “Kakak udah berapa duit beliin buku orang – orang, ntah kapan kakak terbitin buku dan bukunya di beli orang orang. Kan bisa jadi kaya kalau jadi penulis. Apa lagi kalau bukunya bisa dijadiin film”| Dan aku hanya terdiam. “Iya ma, pengen juga loh nerbitin buku, pingin banget jadi penulis, cuma kk ga pande nulis cerita tenlit atau romace seperti kebanyakan. temen – temen kakak pada bilang kk penulis galau. Lagian, kalau aku mau nulis ya mood – mood-an, kalau lagi mood, 15 menit langsung siap, tapi kalau lagi gak mood jangan harap ada sebait kata tertulis”

Pokoknya udah 2 hari ini (Apalagi semenjak aku ngaggur, karna libur semester kuliah) mamake mulai deh, heboh tiap aku lagi nyantai, di kasi pernyataan, kapan nulisnya? Tulisanmu itu bagus – bagus loh, kalau di publih kan lumayan. Atau, Dari pada nonton mending nulis.

Bukannya ga mau nulis, cuma belum dapet mood, lagian kalau harus ngikuti arah perkembangan penulis muda sekarang yang kebanyakan ambil tema tentang romance dan tenlit remaja. Bukan gaya ku banget. Pernah beberapa kali nyoba nulis cerita yang kek gituan, Romance. Aaaaaarrggghhhh, Stuck. gak tau mau buat gimana. kalaupun ada hambar, gak ada chemistry-nya sama sekali. Ga seperti saat aku nulis cerita cerita galau, dimana aku bis dapat menyentuh hati mereka para pembaca. hahahahah (Gayamu cit :P). Namun setelah tadi berpetualang ke Gramedia, dan menemukan buku buku bagus, cerita fiksi namun bertema sosial. aku tahu sekarang arahnya kemana. Arah jiwa menulisku. Sehingga aku membuat Quote untuk diriku sendiri:

“Bakat nulis, bukan selalu harus menjadi penulis tenlit atau romance. Aku sadari, aku bukanlah pujangga cinta yang dengan mudah merangkai bait – bait cinta tanpa tepi, menyatu, yang akan menggambarkan semburat berbagai warna dan rasa.

Aku adalah penulis galau, penulis sosial, yang menggambarkan dengan jelas semua lika – liku kehidupan, mempertebal garis tak kasat mata, membuatnya tegas terlihat.”

By-Chitra M. Utami 😉

Haaa, semoga aja, bisa jadi penulis novel terkenal. Pingin bangget kayak JK. Rowlling atau yang lainnya. Dimana filmnya bisa sukses, dan dicintai semua pembaca seluruh dunia. Tapi,, Dilirik sama masyarakat Indonesia aja dulu keknya gak apa deh. 😀

Advertisements

5 thoughts on “Menjadi Penulis?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s