Saat E-book Mulai Menggantikan Buku

book

E-book (Electronic Book) atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai buku elektronik. E-book merupakan sebuah bentuk elektronik dari sebuah buku. Sama seperti buku pada umumnya, e-book juga memiliki bentuk visual yang hampir mirip seperti buku – buku pada umumnya.  Karna perkembangan teknologi, makanya dewasa ini kita mampu membentik e-book hampir menyerupai bentuk nyata buku asli. Seperti yaaa, mempunyai fitur flip book, jadi pas kita baca e-booknya seakan- akan kita membalikan buku asli.

Tapi ntah kenapa, aku kurang suka aja sama e-book. Aku punya beberapa e-book, baik e-book berbagai macam novel seperti le petit prince, the alchemist, dst, dari temenku. (Bunda Icha), maupun e-book pelajaran yang aku donlod sendiri. Tapi tetep aja, tuh e-book jarang banget aku baca. Gak pernah lagi malahan, tau deh males aja rasanya ngebacanya.

Memang disatu sisi mungkin ada beberapa kelebihan menggunakan e-book itu sendiri misalnya:

  1. Lebih simpel, disini mungkin maksudnya, dari segi ukuran. Dapat kita bandingkan ukuran buku (Nyata) dengan e-book, dimana berbagai judul e-book dapat kita simpan didalam satu  gadget yang memiliki kapasitas yang lumayan.
  2.  hemat uang ( tapi sebenernya ga juga menurutku. E-book hanya bisa dinikmati oleh orang – orang yang punya gadget atau kawan kawannya, yang sebenarnya harga gadget itu sendiri lebih mahal dari harga buku. Itu makanya, penerapan buku sekolah elektronik yang dulu rencananya mau di terapkan di Indonesia, ga dapat dilaksanakan. Ya alasannya, karna ga semua penduduk di negara kita ini mampu membeli alat  pendukung e-book. wong beli buku LKS yang harganya 12 ribu aja masih banyak yang ga bisa bayar. Selain harus memiliki gadget, pasti kita juga harus mempunyai koneksi internet supaya bisa donlod e-booknya. selain itu ada beberapa e-book yang harus berbayar. berarti sama aja seperti beli buku)
  3. Dan alasan utama mengapa pentingnya harus ber e-book adalah, hemat kertas. ya dengan tujuan untuk menunjukan “go green: kita. dengan adanya e-book, maka meminimalkan pembabatan hutan, pohon pohon di tebangi supaya di buat kertas, yang akan jadi bahan baku utama untuk buku.

Tapi kalau dibilang, bagaimanapun juga bagi seorang pembaca sepertiku, rasanya berbeda aja bila membaca dengan menggunakan e-book. bukan maksud mau mengatakan kalau aku kudet atau aku ga menunjukan keikut sertaan untuk ber “go green”, bukan aku gak kudet dan aku juga “ikutan Go grenn” kok. cuma ada rasa yang berbeda aja disaat aku harus membaca dengan e-book. membaca e-book itu ga sama seperti membaca buku. Membalik lembaran lembaran e-book ga seperti membalik lembaran lembaran buku. E-book tidak dapat tua dan lusuh seperti buku pada umumnya, namun aroma tua dari suatu buku dapat memberikan kesan tersendiri bagi pembacanya. *haduhhh*. Bagiku kemewahaan itu adalah, saat aku bisa berada di antara buku buku. Bahkan harga gadget yang mahal itu sendiri gak bisa menggantikan nilai kemewahan dalam diriku.  Gramed, perpus, aaaa betah banget lah kalau kesana.

perpus

Advertisements

6 thoughts on “Saat E-book Mulai Menggantikan Buku

  1. Dulu, aku juga kayak kamu gitu Chit, rugi kalo beli ebook tapi pas pindah dari medan ke sby trus sby balik lagi ke Medan ribet banget ngurusin buku2nya. Biaya kirim muahalnya minta ampun huhu. Udah gitu buku2 itu karena gak punya tempat (ortuku pindah rumah baru dan bukunya karena di dalam kardus2 kelewatan) dan akhirnya rusak kena hujan. Sekarang aku sama si Matt jadi lebih milih beli ebook karena kita gak tau sampai kapan disini hehehe. Cuman ada beberapa buku yang aku emang suka bagnet pasti beli supaya bisa nyium wangi2nya ya kan 🙂 .

    Btw…….kita koq gak jadi2 pergi nih hiks. Senin depan kamu ada waktu gak? biar janjian sekalian ama beby trus kita main ke tj morawa yukkkk

    • hahahha iya kak. kemaren koleksi buku HP punyak adek rusak semua, gara gara sangkin banyaknya koleksi buku jadi gak keurus. XD jadinya rusak, lembab gitu bukunya. sayang banget. koleksi lengkap HP 😥 beli pake duit jajan sendiri.

      senin adek masuk kakak, sabtu lah. adek free 😀 boleh bolej. kita ke tj morawa 😀

  2. Aku pun lebih senang baca buku yg dari kertas. Soale mataku nggak tahan berlama2 baca2 di tablet/hp mbak. Emang sih kalau ebook menghemat kertas. Berarti menjaga hutan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s