Surat Terbuka Untuk Masyarakat Indonesia – Politik Telah Menjatuhkan Persatuan Indonesia

Seiring banyaknya Surat Terbuka yang dituliskan masyarakat Indonesia kepada calon – calon presiden dan wakil presiden. Dan juga surat terbuka yang berisikan sanggahan dari para pendukung salah satu calon presiden kepada masyarakat yang memberikan kritik terhadap calon pilihannya. Maka dari itu, aku sebagai salah satu putri Indonesia yang juga berharap memiliki pemimpin yang mampu mengubah Indonesia menjadi lebih baik, juga pengen nulis surat terbuka. Tapi surat terbuka kali ini beda. Karena surat terbuka ini aku khususkan untuk seluruh masyarakat Indonesia, untuk para timses masing masing kubu, untuk para pemilih sebagai bahan renungan. Ya,,, surat ini untuk kalian. *sambil muterin lagu nasionalisme*

 

Kepada teman – teman, sahabat, ibu bapak , keluargaku sekalian yang sebangsa dan setanah air. 

Tahun ini merupakan tahun yang kita tunggu – tunggu, tahun dimana kita kembali merayakan pesta demokrasi. Tahun dimana kita bisa memilih sosok pemimpin yang kita  yakini dapat merubah Indonesia menjadi lebih baik dari priode kemarin. Tapi tahun ini berbeda. Dari pengamatan politik ku yang masih dikatakan “Awam”, maupun dapat dikatakan sebagai  ” pandangan politik dari seorang mahasiswa TI yang sama sekali diluar dari ranah pendidikan hukum”. Di pesta demokrasi kali ini, aku mau mengatakan, ini merupakan pesta demokrasi yang paling tidak sehat yang pernah ada. Kenapa aku bilang begitu?? Coba kita lihat dan renungkan, pesta demokrasi kita tahun ini banyak disisipi dengan acara “Black campaign”. Ya seperti yang kita tahu, Black Campaign merupakan kampanye hitam dimana dalam kampanye ini seolah olah pihak tertentu mendukung salah satu kubu dan juga menyisipkan isu isu politik yang nantinya akan menggoyahkan posisi calon Presiden dan wakil presiden lawan. Begitu pula sebaliknya

Entah kenapa, perasaan nasionalisme ku mengatakan kalau “Black campaign” ini dilakukan secara sengaja oleh seseorang atau sekelompok orang yang berusaha menjelekkan dan menjatuhkan kedua calon presiden dan wakil presiden ini. Berusaha memperkeruh keadaan dengan cara menyebarkan isu isu kepada para pendukung masing masing kubu. Ga tau kenapa ya, tapi ga boleh suudzon dulu.

Tapi, balik lagi kemasalah pemilu presiden tahun ini.
Aku sebagai salah satu putri bangsa ini, yang cinta akan tanah air, merasa sedih saat membaca komentar komentar pedas, caci maki para ibu – bapak, pak de- buk de, om – tante, mba- mas sekalian kepada sesamanya. Kenapa kita sebagai masyarakat Indonesia bisa benar – benar terpengaruh sama isu – isu politik??? Kenapa kita sebagai sesama masyarakat Indonesia saling menghujat dikarenakan beda pandangan politik kepada orang – orang yang kita kenal maupun ke sesama masyarakat Indonesia??? Negara kita ini negara demokrasi, negara yang bebas memilih pilihannya masing masing. Jadi hormatilah pilihan masing masing orang, dan jangan pula kita menjelekkan calon persiden dan wakil presiden kita kelak, Masa iya kita menjelekkan, membuka aib calon “Imam” kita sendiri???

Tidakkah kita sebagai masyarakat yang cinta tanah air dan masyarakat Indonesia yang bersatu dapat merasakannya?? Dapat mencium bau busuk politik Black Campaign? Saya rasa tidak. Ya tidak banyak masyarakat Indonesia yang menyadari akan adanya pengaruh orang ke 3 yang berusaha memperkeruh keadaan, yang berusaha menjelekkan tiap tiap calon secara gak langsung. Yah dengan cara membuat kita sebagai pemilih bingung untuk memilih.

Dapat kita lihat contoh Black Campaign itu sendiri, yaitu berusaha menjelek jelekkan pak prabowo dengan mengangkat kembali isu pelanggaran HAM tahun 1998 yang bisa saja sebenarnya tidak beliau lakukan. Ataupun dengan menjelek – jelekkan pak Jokowi dengan status politiknya di kursi gubernur DKI, ataupun mengkait – kaitkan mereka dengan praduga praduga tak bersalah lainnya??

prabowo hatta

jokowi_jk

Saya tidak ingin mengatakan kalau si A itu benar, si B itu yang ga bagus, atau sebaliknya. Karena pada dasarnya di dunia ini tidak ada seorang manusia pun yang tidak luput dari kesalahan. Kalau prihal pak jokowi, saya juga setuju kepada pihak pendukung pak jokowi. Saat kursi kepemimpinan DKI Jakarta dipimpin oleh pak jokowi, saya banyak melihat nilai – nilai positif yang telah dilakukan beliau terhadap DKI. Pengembangan pengembangan yang pak Jokowi lakukan terhadap DKI, bisa dikatakan suatu era pengembangan DKI jakarta menjadi lebih baik.

Begitu pula tanggapan saya terhadap pak Prabowo. Saya rasa jikalau ada satu pihak yang berusaha menjelek jelekkan pak prabowo dengan cara mengungkit kembali persoaalan 1998. Saya ingin mengatakannya. “Coba anda saat itu berada di posisi pak Prabowo”. Iya, saya ingin mengatakan begitu. Meskipun pada saat 1998 pak prabowo menjabat sebagai pemimpin dari Kopasus, namun diatas pak prabowo bukankah masih ada lagi pemimpin pemimpin lainnya?? Sama halnya dengan pribahasa “diatas langit masih ada langit”,Begitu juga kepemimpinan, diatas manajer, pasti ada manajer utama, diatas manajer utama pasti ada presiden direktur. Jadi please, kalau memang mau menyalahkan pak prabowo prihal 1998, tolong lihat dan selidiki seluruh jajaran petinggi petinggi Indonesia pada saat tahun 1998.

Saya disini berusaha bersikap netral, meskipun pada kenyataannya saya sudah memiliki satu calon pilihan saya, yang hanya tuhan dan saya saja yang tahu. Saya disini juga hanya ingin mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk berpolitik sehat aja lah. Jangan saling adu urat syaraf, adu mulut, saling caci maki, adu mulut, juga saling bodoh – membodohi ke sesama masyarakat indonesia.

Jikalau kalian merasa pilihan kalian itu benar atau pilihan yang lain itu jelek, dan hanya berpegang teguh terhadap artikel – artikel terkait yang menguatkan pilihan kalian, saya cuma mau mengatakan, “Apakah kalian bisa membuktikan ke-akuratan artikel yang di tulis di dalam media media sosial tersebut?”, “Apakah ada jaminan terhadap artikel tersebut?” Kalau boleh jujur menurut saya media sekarang ini tidak dapat bersikap dengan netral. Ya netral, tidak memihak ke salah satu kubu manapun, Media dewasa ini hanya berusaha untuk menjadi salah satu media terpopuler dan terbaik dengan cara menyajikan berita berita tertentu. Kenapa saya dapat mengatakan demikian? Karena, jika memang media sosial sekarang bersikap netral, mereka seharusnya harus lebih baik jika dalam menentukan berita, media itu tidak memberikan headline di beritanya dengan judul judul ambigu, dan yang hiperbola.

Jadi, ya untuk itu saya mau himbau sekali lagi buat semua masyarakat Indonesia. Biarkanlah tiap – tiap orang memilih pilihannya masing masing. Hormatilah pilihan mereka yang nantinya bisa saja akan menjadi presiden buat negeri kita tercinta. Hormatilah siapapun calon – calon pemimpinnya, karena pada akhirnya nanti salah satu dari mereka yang akan menjadi “Imam” di negeri kita ini.

persatuan

Salam persatuan Indonesia

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s