Dimanakah Rasa Kemanusiaan itu????

Sulit rasanya menulis dengan tema ini.
Sulit karena belum apa – apa air mata ini udah mengalir tanpa henti.
Sulit karena belum apa – apa hati ini pengap dan sesak akibat emosi yang sudah memuncak.
Sulit…, sungguh sulit.
Saat menulis ini pun, Aku berani bersumpah, bahwasanya emosi didalam hatiku udah memuncak, sudah ingin meledak.

Hati ini benar benar marah, benar benar menangis melihat saudara – saudaraku sesama manusia, sesama kaum muslimin menjadi korban. Terutama Anak – anak.
Kenapa???? Kenapa selalu anak – anak yang menjadi sasaran utama??? Apa salah mereka?

10384600_10152616549294739_630220029395725179_n

 

unduhan (1)
Gaza_War-child
gaza_war_scene
Apakah para tentara israel tersebut tidak memiliki anak??? Saya yakin mereka memiliki anak, saudara, keponakan ataupun cucu. Namun bagaimanakah jika anak anak korban pertempuran mereka itu adalah anak mereka??? Sepupu mereka? Keponakan mereka??? cucu mereka??

“Tidak-kah terbayangkan oleh kalian anak anak yang sedang meregang nyawa akibat pertempuran itu adalah anak kalian???? Tidakkah kalian merasa berdosa karena sudah merenggut nyawa banyak orang”

Jikalau ada yang mengatakan saya menulis ini hanya karna membela saudara – saudara muslim saya akan mengatakan itu benar, Saya menyuarakan hati nurani saya yang telah terkoyak akibat perang ini, dan selain itu disini saya  juga ingin menyuarakan bahwasanya masalah ini “TIDAK HANYA” menyangkut “AGAMA” saja, melainkan menyangkut “RASA KEMANUSIAAN”.

10525691_10203698932326234_2454330169540209095_n

Foto : dari foto share facebook Dosen saya. Bapak Andri Budiman. Karena kalimat di foto ini telah menyentuh saya. dan saya harap juga bisa menyentuh masyarakat dunia.

 

Apakah rasa kemanusiaan mereka telah tertutupi oleh rasa egoisme dan rasa tamak?? Tidakkah mereka merasa berdosa karena telah membunuh banyak nyawa nyawa tak berdosa hanya demi keserakahan? Hanya demi sebuah tanah dan kedudukan, hanya demi sebuah kemerdekaan, hanya demi pengakuan dunia, hanya demi harta dunia yang sesungguhnya fana dan tidak nyata???

Mungkin perang antara Palestina dan Israel ini sudah dituliskan dan merupakan ketetapan dari Allah sebagaimana yang sudah dituliskan dalam Al- Quran. “Dapat dibaca penjelasannya disini“. Ya.., sebuah ketetapan yang menyatakan bahwasanya bangsa bani israel akan tetap berperang melawan kaum muslim hingga saat saat menjelang hari akhir. Namun tiada seorang jenius bahkan peramal sekalipun yang mampu menentukan dan meramalkan kapan terjadinya. Hanya Allah SWT saja lah yang tahu.

Mungkin, “Memang tidak ada seorang pun yang dapat menjanjikan kemerdekaan kepada palestina. ( dan mungkin masyarakat palestina pun tahu itu ), Tapi bukan berarti kita hanya bisa diam, bukan berarti kita tidak bisa menyuarakan aksi “Kemanusiaan” kepada para petinggi petinggi dunia?

” Malam ini kita bisa tidur nyenyak di ranjang yang empuk dengan bantal guling di dalam sebuah rumah indah dan megah yang dikelilingi oleh tembok kokoh dan pagar besi,
Coba kita lihat para saudara saudara kita, adik adik kita di palestina. Bagai mana mereka mereka beristirahat malam ini? Istana – Istana kecil mereka telah porak poranda menjadi puing puing bata tak berbentuk.

Lihatlah Langit langit di bumi malam ini.
Lihatlah langit tersebut di tempat kita berada, mungkin langit kita sedikit berawan.
Namun bandingkan dengan langit di tanah Palestina.
Ya…, langit disana terang benderang.
Namun cahaya terang benderang akibat luncuran misil misil peperangan.

Mungkin kita bisa tidur nyenyak dan aman malam ini,
tanpa harus merasa takut dan resah.
Namun lihatlah saudara saudara kita? apakah mereka bisa tidur?
Tentu tidak, mereka akan terjaga sepanjang malam. Guna mempertahankan diri dari zalimnya orang – orang kafir.

Lalu,,, bagi yang muslim pasti malam ini akan menanyakan.
Makan apa kita nanti saat sahur??
Dan mungkin kita dapat makan makanan yang enak dan cukup untuk mengganjal perut kita saat puasa.
Berbeda dengan saudara saudara kita dan adik adik kita di palestina, jangankan memikirkan dapatkah mereka menjalankan puasa esok hari? karena mungkin saja esok hari mereka sudah tidak ada.

Pernyataan pernyataan itu yang selalu memenuhi pikiranku saat ini. Sungguh… sungguh lah banyak nikmat yang sudah kita rasakan jika kita bandingkan dengan palestina.
Tidak adakah seorangpun yang bisa memperjuangkan rasa kemanusiaan di tanah palestina? Hanya rasa kemanusiaan. Dimanakah pejuang – pejuang HAM yang selalu menyuarakan Hak Azasi manusia untuk dapat hidup dan memperoleh hak haknya hidup di bumi ini? Dimana kah Hak Hidup, dan hak hak untuk memperoleh pendidikan dari anak – anak, saudara – saudara, dan adik – adik kita di palestina??

“You don’t have to be a Muslim to care about GAZA. This is not a matter or religion, it’s a metter of HUMANITY”

Advertisements

One thought on “Dimanakah Rasa Kemanusiaan itu????

  1. Pingback: Renungan – Kita Bukan Palestina, Tapi Kita Sesama Manusia | Official Chitra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s