Remember you

Cinta….., Sesuatu yang tak dapat di jelaskan dengan logika, dan tak pula dapat dilihat wujudnya. Datang secara tiba tiba namun hilang secara perlahan dan menyakitkan. Namun saat kita percaya cinta itu telah jauh pergi tanpa bekas, Apakah kita percaya dengan yang namanya firasat dan takdir??

Maaf ya temen temen bloger semuanya, Kali ini tulisannya jauh jauh melenceng dari dua tema yang sering aku tulis di blog ini. Hari ini lagi pengen bergalau galau ria. :D. Ini bermula saat minggu kemarin aku teringat seseorang yang pernah buat aku galau. Dari pada nyesek terus disimpan dalam hati karena inget dia, mendingan di tulis. Semoga aja dia “GAK BACA” yaaaaa. Soalnya ….., aku masih merasa kayak ada jurang penghalang gitu. Malu, segan, takut, bingung, ga enakan, salah tingkah. Tau ah, pokoknya gabung jadi satu. Kita mulai dari mana ya….., dari alur flashback aja kali ya lebih enak.

Kisah ini dimulai dari bertahun – tahun yang lalu, lebih tepatnya sih pas aku berumur 14 tahun. Pada saat itu aku duduk di tahun terakhir sekolah dasar. Mau masuk SMP tuh ceritanya. Tahun dimana aku menyelesaikan pendidikan dengan seragam merah putih, dan menggantinya dengan seragam putih biru. Tahun itu merupakan tahun yang benar benar istimewa, sangat istimewa buatku hingga membuat aku galau menjalani sisa – sisa hari disaat duduk di bangku sekolah dasar. Salah satu temen baikku menyatakan perasaannya (ecieeeeeee, kecil kecil udah pacaran ya chit???) Mau tau jawabannya???
Jawabannya ku tulis di tulisan galauku dibawah ini ya… 😉

remember3

 

11 Tahun sudah….
11 Tahun sudah aku melupakan apa yang pernah terjadi di antara kita.
Minggu pagi yang cerah saat ku menerima telphone dari mu…,
Ya, sebuah telphone singkat yang telah memecah heningnya pagi, merubahnya menjadi sebuah rasa yang tak menentu. Sebuah percakapan singkat terjadi dikala itu, sebuah percakapan yang membuat jarak kita perlahan menjauh. Kalimat yang dulu pernah mengusikku dan membuatku malu jika aku bertemu denganmu.

“Maukah kamu jadi pacarku??”
Ya…., kalimat itu lah yang telah membuat ku diam terpaku, sunyi senyap tak bergeming.

Manis memang…,
Namun…, saat itu aku tidak tahu harus berkata apa. Pikiranku melayang menuju ke 2 buah persimpangan yang kasat mata. Dimana salah satunya akan membuat kita menyesal dikemudian hari.

Disalah satu sisi aku merasa bahagia bahwa kau menganggapku special dan lebih memilih ku dibandingkan teman – temanku. Namun.., disisi lain. Selain keluguanku aku takut nantinya akan ada perubahan di antara kita. Aku takut. Akankah kita tetap menjadi teman jika aku katakan YA??? Akankah kita akan selalu bermain dan tertawa bersama????

Aku takut……,
Aku takut kalau jawabanku nantinya membuat “KITA” berbeda.

Ku memilih untuk diam dan membisu.
Tak satu pun dari 2 jalan itu ku pilih untuk terus melaju. Ku pilih untuk  diam di antara persimpangan itu.
Tapi….., aku salah. Itu membuat kita semakin berbeda.
Diam, berjauhan, dan menghindar. Seperti ada sebuah jurang lebar yang telah memisahkan kita. Tadinya, ku pikir berdiam diri adalah cara yang terbaik untuk kita. Membuat kita kembali seperti dulu.

Tahun demi tahun berlalu,
Kini…, kau  pergi  mengambil jalan lainnya, begitu juga denganku.
Namun…, aku tetap saja memikirkan persimpangan itu. Terkadang aku mengunjunginya untuk memastikan kau kembali dan juga menanti. Tapi, kau juga tak kembali.
Aku tidak tahu pasti, apakah jalan yang kau pilih telah membawamu terlalu jauh,
Memecah samudra hingga kau tak pernah datang untuk kembali ke persimpangan itu??

Ku menunggu……
Menunggu dan terus menunggu di persimpangan itu. 
Dan akhirnya aku menyerah…,
Ku kembali untuk mengambil jalan lain.
Melaluinya, menjalaninya…., dan melanjutkan hidupku

11 Tahun telah berlalu….,
11 Tahun aku berjalan di jalan hidupku. Berjalan terus dan berusaha menghapus mu dari hidupku.
11 Tahun telah berlalu…,
Dan akhirnya aku melupakanmu.

Namun…,,
11 Tahun perjalanan itu seketika berubah.
Jalan hidup yang aku pilih dan yang telah aku jalani kembali membawaku ke persimpangan itu. Membuatku kembali teringat pada sosokmu. Sosokmu yang telah terkunci rapat di relung hati yang paling dalam tak berujung. Berhamburan terbang menyusupi hati dan pikiranku. Membuatku sesak… tak menentu. Apakah kau juga merasakannya???? Apakah kau mengalami apa yang aku rasa????

Ada apa denganmu???
Apakah kau kembali ke persimpangan itu???
Kembali untuk memastikan???

Aku tak tahu…..
Jalan yang kupilih ternyata membawaku untuk kembali mengingat persimpangan itu.
Kembali merasakan perasaan itu.
Kembali mengingatmu…,

(CMU)
Galau banget ya??? jujur lo nulis ini kebayang bayang muka dia. Kebayang senyumnya, kebayang ketawa nya.  Aaaaaa intinya pas nulis itu bawaannya galau deh. Keinget dia terus. Padahal udah 11 tahun aku ga pernah keinget ama hubungan kami, ga pernah terlintas apa kabar dia. pernah bayang bayangin dia, ga pernah nghayalin dia, bahkannnnnn….. Ga pernah se nyesek ini mikirin dia. Tapi….., udah hampir 2 minggu ini aku inget dia terus, 😦 sampai kebawa mimpi loh 2x malahan. Dan yang parahnya….. Mamaku juga keinget sama dia. Ga pernah lo mamaku inget inget dia. Ga pernah juga mama nanyain dia.  Temen SD ku yang pernah di tanyain mama itu, cuma ada 2 orang, bestie aku pas SD, sama musuh bebuyutan aku pas SD. selebihnya ga pernah di singgung sama sekali. Tauk deh, ntah karna faktor lupa sama kawan sd anaknya mungkin. Who knows… 😉

remember2

Tapi beneran lo…, kok bisa sih aku sama mama inget dia. Bahkan sampe skarang masih nyesek aja. Kenapa ya… 😦 Takutnya terjadi apa apa sama dia. :/
Aaaaaa Penasaran……, Tapi cuma ga berani nanya. Takut….. 😦
Seperti tulisan galauku di atas, semenjak kejadian itu aku ga pernah bicaraan sama dia. Sekarang aja baru aku sadari, ternyata dia itu bertemen sama aku di facebook. Tauk dah siapa yang duluan nge-add. (Aku lupaaa!!!!! ) Meskipun gitu, tetap aja aku ga berani negor dia. Ga berani buka suara sama dia. Bukan masalah gengsi, tapi…… aa gatau deh bilangnya gimana. Kayak ada jurang pemisah, kalau aku lompati malah jatuh. 😀
Salah ga sih… kalau aku ga say hello ke dia saat aku tahu dia lagi online di facebook???
😦

Terus, aku ceritain ini sama besti kuliah ku si bunda icha sama bebeh dika. Kalau kata bunda icha “udah samperin aja selaggi punya hidung.” -_-” ( emang apa hubungannya bun sama hidung??????) “Hitung hitung silaturahmi, dan menjawab pertanyaan hati. Atau jangan jangan itu kontak batin. Jodoh kali. memperjelas hubungan yg dulu pernah ke pendiing, mana tau jodoh.”(Jodoh???? emang bisa gitu bun??? Kontak batin??).  Sedangkan kalau kata bebeh dika, “udah be sapa aja, memperbaiki hubungan. belum tentu dia ingat sama apa yang dulu pernah terjadi. Cowok biasa gitu, yang berlalu ya udah berlalu” (iya juga ya). Tapi meskipun gitu tetep aja…… sampe sekarang aku diam seribu bahasa. 😀

Tapi aku jadi penasaran sama apa yag bunda icha bilang…., apa bener sih mitos – mitos seputar kontak batin???? Kalau kontak batin sama seseorang berarti jodoh??? Ada yang punya pengalaman ga ya yang seputar kontak batin sama seseorang yang ternyata jodoh???  Tapi… gimana pun juga aku berdoa semoga dia baik baik aja. Ga ada masalah ama dia. Kalau kita doa yang baik ke orang, kita kan dapet baiknya juga. 😀

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s